BUDIDAYA GAHARU (AGARWOOD)

Menjual Bibit Gaharu ( Agarwood) Aquilaria Malaccensis asli kalimantan.

Siap melayani pemesanan untuk seluruh wilayah Indonesia. stok kami

saat ini ada 500000 bibit

Spesifikasi Harga Bibit Gaharu untuk pembelian langsung ke lokasi kami : 

1. Tinggi 20 cm - 60 cm Rp. 2.400, -/ bibit ( polibag) 
2. Tinggi 5 cm - 15 cm Rp. 1.000, -/ bibit ( non polibag) 
3. Biji Gaharu Rp. 600.000, -/ kg( kunjungi website kami untuk update info harga terbaru) 
http: / / www.bibitgaharu.net
Contact: 081251826868

 Di Buka  Kaplingan kebun gaharu  penanaman hinga panen 2014

Hanya untuk  50  kapling gaharu luas 1000 m2 SHM

Dengan sistem keridit  selama 80 bulan x  Rp 1.200.000

Uang muka Rp 10.000.000 harga cash Rp  104.000.000

Jumlah pohon gaharu 200 pokok untuk  kebun 1000 m2

Asumsi  satu pohon gaharu mendapatkan 3 juta anda punya

Potensi Rp 600.000 juta dalam satu priode

Dari  harga di atas anda sebagai pemilik kebun telah mendapatkan

1.Jasa penanaman , Penjagaan  dan perawatan sampai kebun siap

    Siap panen umur 6 sampai dengan 9 tahun

2.pupuk /herbisida dan tenaga pemupukan sesuai jadwal kebutuhan

   Sampai Dengan kebun gaharu siap panen umur 6 sampai dengan 9 tahun

3. Laporan perkembangan setiap 6 bualan , kami akan membeli hasil panen

   Gaharu  dari kebun anda dengan harga sesuai dengan harga pasar yang ber

   Laku pada waktu panen

4. kerjasama inokulasi dengan perusahaan dengan sistem 25  % perusahaan

    75 % pemilik kebun gaharu 

GAHARU merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi,sehingga sangat tepat apabila dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat IndonesiaHampir semua bagian pohon gaharu ini dapat dimanfaatkan untuk bahan baku produk, praktis tidak ada bagian yang terbuang. Kayu gaharu yang terinfeksi atau disebut gubal mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, sementara gubal gaharu kualitas rendah dapat disuling untuk produksi minyak dengan harga yang sangat menjanjikan. Daun gaharu dapat dimanfaatkan untuk pembuatan teh gaharu. Turunan produk gaharu pun semakin hari semakin meningkat variasinya, menempatkan pohon gaharu sebagai pohon industri. Manfaat gaharu diantaranya adalah pewangi rungan, bahan baku industri parfum ekslusif, bahan baku industri kosmetika, bahan baku untuk bahan obat (kanker, asmatik, perangsang, dll), bahan HIO (untuk ritual agama hindu, budha dan Kong Hu Chu), bahan Kohdoh (jepang), serta daunnya dimanfaatkan untuk teh hijau (agarwood tea). Harga gubal gaharu bervariasi tergantung grade(kualitas), harga gubal gaharu grade super di pasar lokal mencapai Rp 25 jt/kg, sedangkan harga terendah Rp 50 ribu/kg untuk kayu gaharu yang tidak mengandung resin sama sekali.

Negara potensial pemakai gaharu (pengimpor) adalah Saudi Arabia, Kuwait Yaman, United Emirat, Turki, Singapura, Jepang, dan Amerika. Kebutuhan gaharu dari tahun ke tahun terus meningkat berbanding lurus dengan harganya. Sementara stok gaharu alam semakin menurun akibat ditebang terus-menerus tanpa diimbangi penanaman. Kebutuhan gaharu dunia terus meningkat sehubungan dengan semakin meningkatnya pemanfaatan gaharu terutama untuk obat-obatan di China. Kebutuhan obat merupakan kebutuhan pokok umat manusia, yang keberadaanya sangat dibutuhkan manusia.

Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil gaharu terbesar di dunia, namun saat ini potensinya menurun, bahkan gaharu sudah menjadi jenis yang langka ditemukan. Beberapa jenis pohon penghasil gaharu sebagian besar termasuk dalam famili Themeleaceae, terutama dari genus Aquilaria dan Gyrinops, yang dapat menghasilkan gubal gaharu dengan kualitas terbaik (harga tinggi). Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam penanaman gaharu diperlukan pengetahuan yang memadai dalam bidang silvikultur (teknik budidaya) dan teknologi untuk mempercepat mendapatkan gubal gaharu (inokulasi). Tanpa mengetahui kedua masalah tersebut diatas, rasanya sulit untuk mendapatkan hasil gaharu yang memuaskan. Perlu diketahui bahwa tidak semua pohon gaharu menghasilkan gubal gaharu, hanya pohon yang terinfeksi cendawan tertentu saja yang dapat menghasilkan gubal gaharu. Sehingga secara alami pohon gaharu yang dapat menghasilkan gubal, prosentasenya sangat kecil, Oleh karena itu diperlukan teknologi inokulasi untuk mempercepat terbentuknya gubal gaharu. Ayo lestarikan hutan Indonesia demi generasi mendatang.

Salam membangun bangsa